• Computerbegriffe
  • Tampilkan postingan dengan label orang Jerman. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label orang Jerman. Tampilkan semua postingan

    Rabu, 31 Desember 2014

    Die Deutschen



    Orang Jerman itu
    1. Sangat tepat waktu. Kalau kamu punya janji misal rapat atau ke dokter atau bertamu  harus tepat waktu. “Man muss pünktlich sein!”. Tidak boleh datang terlambat, tidak boleh juga datang terlalu awal. Misal kamu diundang ke acara orang Jerman, katakanlah ulang tahun atau pernikahan, sebaiknya datang tepat waktu. Jangan juga datang terlalu awal (pamali) karena mungkin si tuan rumah belum selesai dengan persiapan acaranya. Kalau misalkan kamu akan datang telat, sebaiknya informasikan. Jadwal alat transportasi juga tepat waktu! Pesawat, kereta, bus dll, yang biasa lelet harus bisa menyesuaikan diri kalau mau tinggal di Jerman.
    2. Orang Jerman cenderung tinggi, lebih dari 6-kaki (180 an cm bahkan lebih), banyak memiliki mata biru, rambut pirang bisa sampai agak coklat, kulitnya putih. karena kulitnya yang putih mereka senang  mandi  matahari, panas sedikit aja langsung berjemur. Jangan cari klinik untuk pemutihan kulit di Jerman, setahu saya tidak ada. Klinik untuk menggelapkan kulit sangat laku disini, namanya solarium atau Sonnenstudio. Mereka bangga sekali kalau kulitnya jadi gelap slogan mereka black is beautiful“.

    Sumber : http://pursuingmydreams.com/2013/06/24/orang-jerman-itu/

    Die Deutschen




    Bratwurst, roti, sosis, keju, Sauerkraut, Currywurst, Kartoffelsalat adalah beberapa jenis makanan yang pastinya tak jarang ditemukan, namanya terngiang-ngiang ditelinga bahkan terbayang dipikiran para pembaca di Indonesia, jika kita mendengar  kata  Jerman.

    Lalu bagaimana dengan  kebiasaan  makan orang-orang  di Jerman?

    Apakah memang hanya jenis makanan ini yang menjadi menu makanan sehari-hari di Jerman dan merupakan menu makanan di setiap waktu makannya?

    Kebiasaan makan di Jerman sebenarnya tidaklah jauh berbeda dengan kebiasaan makan di negara kita, yang pada umumnya terdiri dari waktu sarapan pagi, makan siang dan makan malam.

    Sarapan Pagi
    Seperti biasa kebiasaan makan di mulai dengan sarapan pagi. Ditemani secangkir kopi atau teh, berbagai jenis roti tawar dan juga jenis roti Brötchen dengan olesan berbagai selai manis beragam rasa atau coklat merupakan salah satu dari menu standar sarapan pagi. Atau bahkan berbagai jenis keju serta sosis dapat juga menjadi pilihan untuk sarapan. Namun tak menutup kemungkinan jika menu di pagi hari lebih luas lagi seperti menghidangkan makanan lainnya diantaranya yoghurt, cornflakes, müsli dan juga telur rebus serta berbagai jenis jus buah-buahan untuk minumannya.

    Makan Siang
    Makan siang  merupakan  waktu  makan  utama yang memiliki menu berat layaknya seperti di Indonesia nasi beserta lauk pauknya. Hanya di Jerman makan siang selalu dihidangkan dalam keadaan panas dan fresh dan menu makanan yang disantap sering bervariasi. Seringkali menu yang ada terdiri dari menu masakan berbahan dasar daging, kentang serta sayur-sayuran.

    Makan Malam
    Abendbrot – der Abend :  malam – das Brot : roti, itulah sebutan makan malam dalam bahasa Jerman. Dari sebutannya saja sudah dapat diartikan jika menu makan malam hanya terdiri dari berbagai jenis roti – Brot yang dihidangkan dengan berbagai jenis keju, irisan sosis dan salat. Namun kadangkala disajikan pula makanan lainnya yang dalam  keadaan panas  seperti sup.

    Selain ketiga waktu makan yang telah disebutkan, adapula waktu makan lainnya yaitu sebagai waktu makan tambahan. Tepatnya waktu makan ini dilakukan di sore hari disaat akhir pekan. Hidangan yang tersedia pun adalah berbagai jenis kue atau kue tart yang disertai dengan minum kopi atau teh bersama. Waktu ini seringkali juga digunakan untuk berkumpul bersama sanak keluarga atau teman bahkan sahabat.

    Akan tetapi dengan seiringnya perubahan waktu dan perkembangan jaman yang disertai dengan perubahan cara hidup orang Jerman dan kesibukan serta kebutuhan yang berbeda-beda, kebiasaan makan di Jerman pun turut mengalami perubahan. Dengan tingkat kesibukan yang tinggi tak banyak dari orang Jerman yang meluangkan cukup waktu untuk makan. Seringnya mereka hanya menghabiskan kebiasaan makannya dalam waktu singkat, sebagai contoh di kala siang hari karena pekerjaan atau kegiatan lainnya tak jarang makanan di kantin tempat bekerja, restoran ataupun makanan siap saji bahkan makanan dari Imbiss sudah biasa dijadikan sebagai alternatif.

    Lalu waktu makan pada siang dan malam hari pun seringkali bervariasi, yang pasti adalah salah satu dari waktu makan tersebut menyajikan makanan dalam keadaan panas dan fresh. Selain itu berbagai restoran yang menghidangkan berbagai jenis makanan dari berbagai negara, sebut saja seperti hamburger, döner kebab, pizza, pasta, dan juga sejenis makanan asia menambah jenis makanan yang dapat ditemui di Jerman. Tentunya yang tak kalah penting juga bahwa banyak Imbiss yang hampir dapat ditemui di seluruh pelosok Jerman yaitu semacam restoran atau kios kecil yang menjual makanan tertentu diantaranya seperti Pommes Frites, Bratwurst, Currywurst, Kartoffelsalat dan lainnya melengkapi sudah keanekaragaman jenis makanan yang tersedia di Jerman.

    Setidaknya para pembaca sekarang sudah mengetahui kira-kira kebiasaan makan di Jerman, tetapi yang mungkin harus diketahui juga bahwa tentunya kebiasaan dan jenis makanan yang ada di Jerman pun berbeda-beda tergantung dari wilayah masing-masing, layaknya di Indonesia yang memiliki khas makanan dari tiap-tiap daerahnya.

    Sumber: http://blog.goethe.de/lajuman/archives/9-Kebiasaan-Makan-di-Jerman.html

    Über Deutschland



    Jerman Sebagai Negara Pariwisata

    Jerman semakin digemari sebagai negara pariwisata: Jumlah 54,8 juta penginapan wisatawan mancanegara antara Laut Utara dan Pegunungan Alpen tercatat oleh pusat pariwisata (Deutsche Zentrale für Tourismus – DZT) pada tahun 2009. Dengan demikian sektor turisme Jerman dapat mempertahankan tarafnya yang tinggi meskipun adanya krisis ekonomi, bahkan dapat memperluas pangsa pasarnya dalam perbandingan internasional. Kota-kota yang paling diminati tamu-tamu internasional ialah Berlin, München, Hamburg, Köln dan Frankfurt am Main. Khususnya para pebisnis menyukai Jerman sebagai negara tujuan. De­ngan pangsa pasar sebesar 11 persen dari semua perja­lanan bisnis antarnegara di dunia, Jerman adalah nomor satu di segmen pasaran tersebut.

    Jumlah penginapan di Berlin meningkat terus sejak beberapa tahun: Pada tahun 2009 angkanya naik dengan satu juta lebih menjadi sekitar 19 juta. Mayoritas wisatawan asing yang berkunjung ke Jerman datang dari Eropa, Amerika Serikat dan Asia. Negara bagian yang umumnya dikunjungi mereka adalah Bavaria, Nordrhein-­Westfalen, Berlin dan Baden-Württemberg.

    Tamu yang berlibur di Jerman tertarik oleh peninggalan sejarah dan obyek seni budaya, oleh rangkaian konser, pameran seni rupa dan pertunjukan teater bermutu tinggi, atau oleh peristiwa olahraga bertaraf internasional, oleh pesta-pesta jalanan atau pasar Natal yang bersuasana hangat. Acara tersebut hanya contoh yang menonjol, sebab orang Jerman suka mengadakan perayaan. Beberapa pesta rakyat – seperti Oktoberfest di München (yang berulang tahun ke-200 pada tahun 2010) dan karnaval jalanan di Köln dan Mainz – di dunia internasional telah menjadi padanan untuk keceriaan dan suasana terbuka.

    Para tamu dari mancanegara umumnya tertarik oleh kota-kota besar. Orang Jerman yang melancong di negara sendiri lebih suka mengunjungi kota yang lebih kecil atau daerah pedesaan. Pantai Laut Utara dan Laut Baltik, daerah Schwarz­wald dan Danau Konstanz termasuk di antara tempat liburan yang paling digemari. Jerman dapat membanggakan 14 taman nasional, 101 taman cagar alam dan 15 reservat biosfer. Namun pantai, danau-danau dan pegunungan semakin menarik juga bagi pelancong aktif. Peluangnya besar sekali: Untuk kelana alam saja tersedia sembilan jalan jarak jauh Eropa sepanjang 9.700 kilometer yang melintasi Jerman. Secara keseluruhan, jaringan jalan kelana alam yang ditandai khusus mencakup 190.000 kilometer. Untuk pengendara sepeda tersedia jalan jarak jauh khusus sepanjang 50.000 kilometer.

    Sumber : http://www.tatsachen-ueber-deutschland.de/id/kehidupan-modern/main-content-10/jerman-sebagai-negara-pariwisata.html